Tinjau 5 KDKMP di Boyolali, Menko Pangan dan Mendes PDT Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Boyolali, wartapoint – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Boyolali pada Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau secara langsung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam mendorong ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.

​Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Gunawan Nurbathin turut hadir mendampingi rombongan menteri selama peninjauan di lima lokasi KDKMP yang tersebar di dua kecamatan:

  • ​Kecamatan Ngemplak: KDKMP Sobokerto, KDKMP Kismoyoso, dan KDKMP Pandeyan.
  • ​Kecamatan Banyudono: KDKMP Trayu dan KDKMP Banyudono.

​Peninjauan ini berfokus pada kesiapan sarana dan prasarana, kelancaran tata kelola koperasi, ketersediaan pasokan barang, hingga kualitas pelayanan kepada masyarakat desa.

​Perkuat Ketahanan Pangan dan Distribusi Produk Lokal

​Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program KDKMP merupakan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus menopang ketahanan pangan nasional. Ia meminta seluruh pengurus koperasi agar menjalankan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel.

​”Koperasi harus dikelola sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayah. Dengan begitu, KDKMP dapat memperkuat distribusi kebutuhan pokok, membuka akses pasar bagi produk lokal, serta membantu petani, peternak, dan UMKM dalam mengembangkan usahanya,” ujar Zulkifli Hasan.

​Mendes PDT Apresiasi Penggunaan Dana Desa untuk Aset Produktif

​Dalam kesempatan yang sama, Mendes PDT Yandri Susanto menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali atas komitmen membangun KDKMP. Dari hasil pantauannya, ia menilai kualitas fisik bangunan koperasi sudah memenuhi standar, pengelola telah memahami mekanisme operasional, dan masyarakat merespons kehadiran KDKMP dengan sangat positif.

​Ia menekankan bahwa KDKMP dirancang sebagai aset jangka panjang desa yang didukung oleh pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan ekonomi produktif.

​”KDKMP diintegrasikan untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat—mulai dari bahan pokok, apotek, pupuk, hingga kemudahan layanan perbankan melalui Himbara sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Yandri Susanto.

​Ia juga menambahkan bahwa KDKMP diharapkan dapat memfasilitasi layanan simpan pinjam dengan bunga terjangkau untuk membantu permodalan warga, serta menjadi penyalur barang-barang bersubsidi agar tepat sasaran.

​Sinergi untuk Koperasi Mandiri dan Berkelanjutan

​Kunjungan kerja ini menjadi momentum evaluasi penting agar KDKMP tidak sekadar berfungsi sebagai tempat jual-beli (transaksional), tetapi menjelma menjadi pusat pemberdayaan ekonomi desa.

​Melalui sinergi yang solid antara pemerintah pusat, daerah, pemerintah desa, serta jajaran TNI dan pemangku kepentingan terkait, KDKMP di Kabupaten Boyolali ditargetkan tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (Agus)