Ketua PCM Wonokromo Puji SD Muhammadiyah 24 Surabaya Sebagai Sekolah Karakter dan Bilingual Unggulan

Surabaya, enews — Gelaran tahunan Semarak Kreasi Anak Berkarakter (SEKAR) ke-10 yang diusung oleh Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya di Hall IT Maspion Square, Surabaya, Sabtu (24/10/2026), mendapat apresiasi tinggi dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo.

​Ketua PCM Wonokromo, Ir. H. Lukman Rahim, menyampaikan bahwa ajang bertajuk “Panggung Apresiasi Bakat Anak Berkarakter” ini merupakan program tahunan strategis yang sangat efektif untuk mempromosikan keunggulan sekolah kepada masyarakat luas.

​”Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 24 Surabaya tidak hanya mempromosikan sekolah, tetapi juga menampilkan secara langsung keahlian, keterampilan, serta pendidikan karakter keren yang dimiliki oleh para siswanya. Orang tua bisa melihat langsung penampilan anak-anak, sehingga memberikan kesan positif dan keyakinan untuk memercayakan pendidikan putra-putrinya di sini,” ujarnya.

​Sekolah Karakter Terbaik dan Berbasis Bilingual

​Lukman Rahim menegaskan bahwa SD Muhammadiyah 24 Surabaya telah diakui sebagai salah satu sekolah karakter terbaik di wilayah Wonokromo. Tidak hanya fokus pada pengembangan karakter, sekolah ini juga menerapkan program bilingual sebagai bagian dari program unggulan PCM Wonokromo.

​”SD Muhammadiyah 24 bukan sekadar sekolah karakter, tetapi juga sekolah bilingual. Anak-anak dibiasakan berkomunikasi minimal dengan dua bahasa. Bahasa adalah jendela dunia, sehingga kemampuan ini menjadi bekal penting agar mereka tumbuh menjadi generasi unggul yang siap berkompetisi di tingkat global,” tegasnya.

​Pembentukan Karakter dan Fondasi Agama yang Kuat

​Selain keunggulan bahasa dan akademik, Lukman Rahim juga menekankan pentingnya kurikulum pembinaan karakter serta fondasi agama yang diterapkan secara konsisten di SD Muhammadiyah 24 Surabaya.

​Anak-anak dibentuk untuk memiliki sikap disiplin, berani tampil, mandiri, mampu beradaptasi, serta memiliki kemampuan pemecahan masalah (problem solving) sejak dini.

​”Yang tak kalah penting adalah fondasi keagamaannya. Di SD Muhammadiyah 24, para siswa dibimbing secara telaten mulai dari tata cara berudu yang baik dan benar hingga pembiasaan salat secara istikamah dan tepat waktu. Ini adalah kombinasi lengkap antara karakter, ilmu pengetahuan, dan nilai-nilai Al-Islam,” pungkas Ketua PCM Wonokromo. (Yuda)