Boyolali, enews — Jajaran Kodim 0724/Boyolali menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sinergi lintas instansi demi keselamatan berlalu lintas. Sebanyak satu Satuan Setingkat Peleton (SST) personel diterjunkan untuk mengikuti apel bersama di Mapolres Boyolali, Jalan Solo–Semarang, Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Senin (26/10/2026).
Apel gelar pasukan tersebut diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Candi 2026. Bertindak selaku pimpinan apel, Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, S.H., S.I.K., M.Si., mengusung tema nasional yakni “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.”
Dalam amanatnya, Kapolres memaparkan sejumlah sasaran prioritas penindakan selama operasi berlangsung. Fokus penertiban meliputi pengendara yang melawan arus, penggunaan telepon seluler saat berkendara, tidak mengenakan helm berstandar SNI, pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman, pelanggaran marka serta rambu jalan, tindakan menerobos lampu merah, berkendara melebihi batas kecepatan, hingga penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Pelaksanaan pengawasan dan penindakan di lapangan dilakukan secara modern melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta penerapan teguran simpatik. Melalui langkah ini, pihak kepolisian mengedepankan pendekatan yang edukatif, persuasif, dan humanis guna menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas dari diri masyarakat sendiri.
Dukungan penuh atas terselenggaranya operasi ini turut disampaikan oleh Pasiops Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Anang H. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan personel TNI dalam apel kesiapan tersebut merupakan bentuk nyata soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Boyolali.
”Kodim 0724/Boyolali senantiasa siap sedia mendukung pelaksanaan tugas Polres Boyolali, tentunya sesuai dengan ketentuan serta kewenangan yang berlaku,” ujar Kapten Anang.
Melalui kolaborasi erat antara TNI, Polri, serta partisipasi aktif masyarakat, Operasi Patuh Candi 2026 di Kabupaten Boyolali diharapkan mampu mendongkrak disiplin pengguna jalan, menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan, serta menciptakan ekosistem lalu lintas yang aman dan berkeselamatan. (Agus)