Surabaya, enews — Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur secara resmi menggelar pelantikan Kepala SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Surabaya masa jabatan 2026–2030. Agenda penting ini dilangsungkan di Gedung SMA Muhammadiyah 3 Surabaya pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting persyarikatan, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Ir. Tamhid Masyhudi, Ketua Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal PWM Jatim Prof. Dr. Khozin, M.Si., Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., Sekretaris PDM Surabaya, serta Wakil Ketua PDM Bidang Pendidikan Ustaz H. M. Muhammad Jemadi, S.Ag., M.A., M.Pd.
Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H. Dikky Syadqomullah, M.HES., Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah-Aisyiyah Wonokromo, Foskam, serta para kepala sekolah menengah Muhammadiyah se-Kota Surabaya.
Berdasarkan Surat Keputusan PWM Jawa Timur yang dibacakan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto, Chalid Syaifuddin, S.Pd. resmi ditetapkan sebagai Kepala SMA Muhammadiyah 3 Surabaya untuk periode 2026–2030. Sebagai kepala sekolah terpilih, Chalid menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan berbagai program ke depan melalui sinergi yang kuat antara pihak sekolah, guru, jajaran PCM Wonokromo, PDM Surabaya, hingga PWM Jatim.
Tiga Poin Strategis Menuju Smamga yang Unggul
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PCM Wonokromo Ir. Lukman Rahim memaparkan tiga poin utama demi membawa Smamga Surabaya semakin sukses dan melaju pesat:
- Kolaborasi Sinergis: Seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) mulai dari wakil kepala sekolah, guru, karyawan, orang tua murid, hingga persyarikatan harus bahu-membahu menjaga soliditas.
- Inovasi Berkelanjutan: Sekolah dituntut dinamis dengan menghadirkan kelas baru berbasis teknologi dan vokasi, seperti kelas teknologi, kelas entrepreneur, serta pengembangan boarding school yang melengkapi kelas tahfidz dan kelas internasional yang sudah berjalan.
- Sekolah Berkemajuan: Komitmen mencetak kader-kader bangsa yang tangguh dan militan, baik untuk persyarikatan maupun masyarakat luas.
Selain itu, PCM Wonokromo mematok target optimis agar jumlah peserta didik yang saat ini berada di angka 460 siswa dapat meningkat signifikan menjadi 650 hingga 700 siswa dalam kurun waktu 4 tahun ke depan melalui peningkatan mutu kualitas sekolah.
Arah Kebijakan dan Peningkatan Mutu Pendidikan
Ketua PDM Kota Surabaya, Dr. H. M. Ridlwan, M.Pd., memberikan arahan tegas agar pengelola sekolah memfokuskan energi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi siswa, serta menghindari adanya “jam kosong” di kelas. Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan guru ekstrakurikuler yang profesional, memperhatikan kesejahteraan guru agar terhindar dari jeratan pinjaman online, serta menjaga komunikasi harmonis dengan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jatim, Prof. Dr. Khozin, M.Si., mengusulkan penyempurnaan tagline pendidikan Muhammadiyah menjadi “Pendidikan Muhammadiyah, Sekolah Muhammadiyah: Bersih, Berkemajuan”. Ia juga menekankan pentingnya standar kebersihan fasilitas sanitasi setara hotel bintang empat atau lima, serta penguatan alokasi anggaran APBS minimal 20% untuk pengembangan SDM dan mutu guru.
Menutup rangkaian arahan, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Ir. H. Tamhid Masyhudi, mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, komunikasi efektif untuk membangun trust (kepercayaan), serta penerapan program unggulan “Gercep” (Gerakan Cepat) Pendidikan Jatim guna membawa amal usaha Muhammadiyah menjadi pusat keunggulan (center of excellence). (Yuda)