Cetak Kader Atlet Berprestasi, SMAMX Lepas Belasan Kontingen ke Ajang POPDA 2026

Surabaya, enews – Sekolah Keberangkatan SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX) kembali meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader-kader atlet muda berbakat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMAMX, Salim Bahrisy, S.K.M., saat memberikan sambutan dalam agenda Pelepasan Siswa Atlet SMAMX guna menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tahun 2026.

​Acara pelepasan tersebut dilangsungkan di Gedung XTRI 1 SMA Muhammadiyah 10 Surabaya pada Jumat, 30 Oktober 2026.

​Dalam sambutannya, Salim Bahrisy menyampaikan bahwa SMAMX yang kini tergabung dalam program Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Science (MBA Spartans) terus konsisten melahirkan kader atlet muda berprestasi. Sekolah memberikan ruang pembinaan yang inklusif, baik bagi siswa yang telah memiliki keahlian khusus sejak awal masuk maupun siswa yang belum memiliki keahlian sama sekali (from zero to hero).

“Tidak sedikit anak-anak kami yang masuk tidak tahu bakat dan minatnya apa. Namun, setelah ditempa oleh para pelatih di SMAMX, mereka akhirnya menjadi atlet tingkat pelajar, bahkan ke depan tidak menutup kemungkinan menjadi atlet yang mewakili Kota Surabaya hingga Provinsi Jawa Timur,” ujar Salim Bahrisy.

​Kirimkan 12 Atlet dari 4 Cabang Olahraga

​Pada ajang POPDA yang diselenggarakan di Kabupaten Ngawi tahun ini, kontingen pelajar Kota Surabaya mendapat dukungan penuh dari SMAMX dengan mengirimkan total 12 atlet yang berkompetisi di 4 cabang olahraga (cabor) diantarnya pencak silat, sepakbola, woodball, dan tinju.

​Salim merinci bahwa jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat beberapa cabor masih dalam tahap proses seleksi lanjutan oleh tim pembina. Menariknya, dua cabor andalan SMAMX yakni sepak bola dan pencak silat mencatatkan tren positif sebagai penyumbang atlet terbanyak.

“Atlet sepak bola dan pencak silat kita menyumbangkan jumlah terbanyak. Bahkan untuk cabor sepak bola, kontingen dari SMAMX tercatat sebagai pengirim atlet terbanyak. Pencak silat juga menyumbangkan total 5 atlet. Semoga cabang-cabang olahraga lainnya bisa menyusul dengan jumlah kontribusi yang lebih banyak di masa mendatang.”

​Apresiasi Pembinaan dan Harapan Medali Emas

​Keberhasilan pembinaan atlet di lingkungan SMAMX tidak lepas dari kerja keras para pelatih profesional, salah satunya Coach Randy Lukman Salat, S.Pd. (koordinator kelas olahraga SMAMX), yang terus aktif menjaring potensi-potensi baru. Ke depan, pihak sekolah bahkan tengah merintis pembentukan cabor baru, seperti dragon boat (perahu naga), yang saat ini masih dalam tahap pengajuan proposal dan penjaringan talenta.

​Di akhir sambutannya, Salim menitipkan pesan motivasi sekaligus doa agar para atlet muda SMAMX mampu mengerahkan kemampuan terbaiknya dan pulang membawa medali emas untuk mengharumkan nama Kota Surabaya.

“Mohon doanya, semoga anak-anak ini nanti bisa membawa pulang medali emas untuk Surabaya. Sementara dari sekolah, kami terus berupaya memberikan fasilitas terbaik, dukungan beasiswa pendidikan, hingga jalur lanjutan ke perguruan tinggi Muhammadiyah bagi para atlet berprestasi,” harapnya.

​Perkuat Dominasi Sains dan Olahraga di Bawah Panji MBA Spartans

Direktur Penjamin Mutu Muhammadiyah Boarding Area Sport Art and Science (MBA Spartans), Ir. Sudarusman dalam sambutannya menjelaskan bahwa identitas institusi yang menaungi SMAMX kini mengusung konsep Sport, Art, and Science (Spartans). Konsep ini merefleksikan transformasi sekolah yang tidak hanya dikenal sebagai basis atlet berprestasi di bidang olahraga dan seni, tetapi juga mulai mendominasi prestasi di bidang sains.

​“Sekolah ini memang tempatnya anak olahraga, seni, dan sains. Kalau awalnya dikenal sebagai sekolah olahraga, lalu meningkat menjadi sekolah seni, saat ini SMAMX sudah mulai mendominasi juara sains. Ini harus berimbang karena Spartan adalah Sport, Art, and Science,” ungkapnya.

​Ia juga menambahkan bahwa langkah ini diambil agar SMAMX senantiasa dipandang secara utuh dan berimbang dalam melahirkan prestasi akademik maupun non-akademik.

​Memahami Karakter Generasi Alpha: Bekerja Efektif dan Efisien

​Selain memberikan dukungan moril kepada para atlet, Ir. Sudarusman juga menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua dan guru terkait pentingnya memahami perbedaan pola pikir antargenerasi. Ia menyoroti bagaimana pola komunikasi dan karakter anak-anak masa kini yang masuk dalam kategori Generasi Alpha jauh berbeda dengan generasi kolonial maupun milenial.

“Anak-anak kita ini adalah Generasi Alpha. Kerangka berpikir dan cara komunikasi mereka jauh berbeda. Mereka berbicara dan bekerja secara efektif, efisien, serta kreatif-inovatif, bukan sekadar kerja keras bermati-matian secara konvensional,” pesan Sudarusman kepada para orang tua agar senantiasa mendampingi dan memahami anak sesuai zamannya.

​Harapan Besar untuk Kontingen SMAMX

​Di penghujung sambutannya, Ir. Sudarusman mendoakan agar para atlet muda kontingen SMAMX yang mewakili Kota Surabaya dapat mengerahkan kemampuan terbaiknya, menjaga sportivitas, serta sukses membawa pulang prestasi gemilang.

“Kalian memang berbeda dengan orang tua maupun guru kalian, tetapi perbedaan itulah kekuatan kalian. Jangan pernah ragu, jadilah anak-anak yang inovatif dan kreatif, serta harumkan nama Surabaya di ajang POPDA 2026,” tegasnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Novi Amirul Fatah, S.Pd., M.Pd., juga tak ketinggalan menyampaikan pesan penuh inspirasi kepada para siswa atlet SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX).

​Dalam sambutannya, Novi Amirul Fatah menekankan dua poin utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap atlet pelajar selama bertanding.

​Jaga Sportivitas dan Kejuaraan yang Jujur

​Poin pertama yang digarisbawahi adalah pentingnya menjaga sportivitas dan integritas di arena pertandingan. Ia berpesan agar para atlet berjuang dengan gigih hingga detik terakhir tanpa menghalalkan segala cara.

​“Berjuanglah yang gigih sampai detik terakhir, tapi tidak melupakan kejujuran. Karena apa? Kemenangan sejati adalah diraih oleh perjuangan yang jujur dan bermartabat,” tegas Novi.

​Bawa Identitas Akhlak Pelajar Muhammadiyah

​Poin kedua, ia mengingatkan agar para atlet senantiasa membawa identitas serta marwah akhlak seorang pelajar Muhammadiyah di mana pun mereka berada.

​Menurutnya, memiliki keunggulan dalam aspek fisik dan teknik saja belum cukup jika tidak diimbangi dengan keluhuran sikap. Sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah yang meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW—di mana Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia—para atlet diminta untuk tetap anggun dalam bersikap dan berperilaku.

“Bawalah identitas akhlak seorang pelajar Muhammadiyah. Biarpun unggul dalam teknik dan fisik, tetapi tetap anggun dalam sikap dan perilaku,” imbuhnya.

​Harapan Menuju Juara

​Dengan persiapan matang serta bimbingan nilai-nilai akhlak dan sportivitas, kontingen SMAMX diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik, menjunjung tinggi fair play, serta pulang membawa prestasi gemilang sebagai juara di ajang POPDA 2026.

Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) & PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya, Dikky Syadqomullah, S.HI., M.HES., juga memberikan pengarahan sekaligus motivasi penuh kepada para siswa atlet SMA Muhammadiyah 10 Surabaya (SMAMX).

​Dalam arahannya, Dikky Syadqomullah menyampaikan sejumlah pesan penting bagi para siswa atlet yang terpilih untuk mengharumkan nama sekolah:

​Pilihan Terbaik, Jangan Setengah-Setengah

​Ia mengucapkan selamat kepada para siswa yang telah terpilih melalui proses seleksi yang ketat. Menurutnya, kesempatan ini merupakan langkah awal menuju jenjang yang lebih baik.

“Karena sudah dipilih, maka maksimalkan dengan baik. Jangan setengah-setengah, betul-betul tarung-tarung jangan setengah-setengah agar tidak nanggung,” pesan Dikky.

​Jangan Tinggalkan Shalat dan Doa (Restu Orang Tua)

​Dikky mengingatkan agar para atlet tetap menjaga kewajiban spiritual di tengah kesibukan latihan dan bertanding. Biasanya, anak-anak yang menjadi atlet kerap lalai dalam ibadah, namun ia meyakini siswa SMAMX tidak demikian.

​“Jangan lupa shalatnya, doanya, jangan putus. Karena itu sejatinya di tangan kita ini ada campur tangan para pelatih dan rekomendasi, tapi yang ketiga jangan lupa ada garis tangan, termasuk doa dan restu orang tua,” ujarnya. Ia juga berpesan agar para siswa senantiasa meminta doa restu kepada orang tua di rumah serta bapak/ibu guru di sekolah.

​Jenjang Prestasi Berkelanjutan hingga Nasional

​Lebih lanjut, ia mendorong para atlet untuk tidak cepat puas dengan pencapaian di tingkat daerah atau kota saja. Prestasi ini harus terus dilanjutkan ke tingkat provinsi, hingga bermuara ke tingkat nasional. Pihak Majelis Dikdasmen & PNF PDM Surabaya juga berkomitmen menginventarisasi nama-nama atlet berprestasi untuk diberikan apresiasi berupa jalur khusus atau beasiswa pendidikan ke jenjang selanjutnya.

​Tetap Rendah Hati dan Jaga Akhlak

​Menutup arahannya, Dikky berpesan agar para atlet tetap bersikap rendah hati, tidak sombong meskipun kelak menjadi juara, serta terus mengasah kemampuan melalui arahan para guru dan pelatih. Ia berharap para atlet SMAMX tidak hanya sukses mengharumkan nama sekolah dan keluarga, tetapi juga kelak menjadi kader-kader persyarikatan Muhammadiyah yang mengabdi kepada bangsa dan negara. (Yuda)