Surabaya, enews — Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, S.Si., M.M., hadir secara langsung membersamai ribuan anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK) dalam acara Lomba Manasik Haji TK Aisyiyah Bustanul Athfal se-Kota Surabaya. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke-114 ini bertempat di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Selasa (3/11/2026).
Kehadiran Kadispendik Surabaya di tengah-tengah peserta cilik ini memberikan warna tersendiri serta dukungan penuh terhadap upaya pembentukan karakter berbasis religiusitas sejak usia dini.
Momentum Luar Biasa untuk Pengenalan Rukun Islam Kelima
Febrina Kusumawati menyampaikan apresiasi dan pandangannya terkait penyelenggaraan kegiatan manasik haji tersebut. Menurutnya, acara ini merupakan momentum yang sangat luar biasa bagi anak-anak usia PAUD/TK untuk mendapatkan edukasi mendalam mengenai praktik ibadah dalam agama Islam.
“Ini adalah momentum yang luar biasa, bagaimana anak-anak PAUD kita berikan edukasi tentang bagaimana pendalaman agama Islam kita. Bagaimana rukun Islam yang kelima yang memang anak-anak harus tahu,” ujar Febrina Kusumawati.
Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini memberikan makna besar agar anak-anak dapat belajar secara langsung dan konkret, sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses ibadah haji yang sesungguhnya di masa depan.
Sarana Penguatan Karakter dan Kedisiplinan
Selain aspek ibadah, Kadispendik Surabaya juga menyoroti nilai-nilai positif lain yang didapatkan oleh para peserta cilik selama mengikuti lomba. Kegiatan ini dinilai sangat efektif untuk melatih penguatan karakter, seperti kedisiplinan dalam mengantre, rasa kekompakan, serta kerja sama dalam satu kelompok atau kloter.
“Hari ini juga menjadi makna besar untuk anak-anak benar-benar belajar untuk penguatan karakter; bagaimana yang namanya antri, bagaimana anak-anak itu ada kompak dengan satu grup, satu kloter seperti itu,” jelasnya.
Febrina menegaskan, jika pembentukan karakter seperti ini tidak dilakukan sejak dini melalui proses yang nyata, maka anak-anak akan kesulitan untuk memahami praktik dan nilai-nilai luhur secara mendalam.
Harapan Menuju Generasi Emas 2045
Febrina Kusumawati berharap kegiatan positif ini dapat terus berlanjut dan menjadi pilar penting dalam memperkuat karakter anak-anak Surabaya. Ia meyakini bahwa pembinaan nilai-nilai keislaman dan kedisiplinan hari ini akan melahirkan generasi yang matang di masa depan.
“Insya Allah, ini akan menjadi penguat anak-anak semuanya kelak di tahun 2045 nanti, pimpinan-pimpinan kita betul-betul mempunyai nuansa Islami yang mengerti bagaimana karakter itu menjadi semakin kuat,” pungkasnya. (Yuda)