Sragen, enews — Kodim 0725/Sragen kembali menggulirkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Poleng, Kecamatan Gesi. Upacara pembukaan program tersebut secara resmi dilangsungkan di lapangan Desa Poleng pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Sragen H. Suroto membacakan amanat Bupati Sragen Sigit Pamungkas, S.I.P., M.A. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan antara TNI dan rakyat dalam rangka mempercepat pembangunan di pedesaan.
Tiga Pilar Prioritas Pembangunan Kabupaten Sragen
Bupati Sragen menekankan pentingnya peran aktif dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program pembangunan ini. Melalui momentum TMMD, masyarakat diajak bersatu padu mewujudkan “Tiga Pilar Prioritas Utama Kabupaten Sragen”, yaitu:
- Pembangunan Infrastruktur
- Pengentasan Kemiskinan
- Beautifikasi Wilayah (Glowingisasi)
Lebih lanjut, infrastruktur jalan ditegaskan sebagai salah satu prioritas utama pemerintah daerah guna meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar roda perekonomian masyarakat, serta memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi para pengguna jalan. Pemerintah Kabupaten Sragen berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur secara bertahap sesuai kemampuan anggaran agar manfaatnya dapat merata di seluruh wilayah.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari relawan, komunitas, perbankan, perusahaan, hingga warga masyarakat yang telah berkontribusi baik berupa tenaga maupun sumber daya demi kesuksesan TMMD ini.
Sasaran Fisik dan Non-Fisik TMMD Poleng
Sementara itu, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD Sengkuyung IV di Desa Poleng ini berlangsung selama 30 hari, terhitung mulai tanggal 13 Oktober hingga 11 November 2026. Program ini mencakup dua sasaran utama, yakni sasaran fisik dan non-fisik.
- Sasaran Fisik: Pembangunan cor blok jalan sepanjang 430 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,12 meter, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 5 unit, serta program jambanisasi sebanyak 5 unit.
- Sasaran Non-Fisik: Berbagai penyuluhan meliputi Wawasan Kebangsaan, KB-Kes, penanganan stunting, Posyandu dan penyakit tidak menular, Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bin Kamtibmas) serta bahaya narkoba, peternakan dan perikanan, pertanian dan perkebunan, hingga pembinaan mental dan rohani.
Rangkaian acara pembukaan TMMD tersebut ditutup dengan kegiatan bakti sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada warga kurang mampu, serta penyerahan secara simbolis bantuan rehabilitasi RTLH dan Jamban Sehat kepada para penerima manfaat. (Agus)