Bulan Bahasa SMPN 23 Surabaya Hadirkan Lomba Kreatif dan Kegiatan Literasi untuk Kembangkan Potensi Siswa

Surabaya, enews — SMP Negeri 23 Surabaya sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Bulan Bahasa pada 27–28 Oktober 2026. Mengusung beragam perlombaan dan aktivitas literasi bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX, kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis sekolah dalam mengembangkan kreativitas, minat baca, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

​Drs. Darmawan Sutarno selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa Bulan Bahasa dirancang sebagai wadah bagi para siswa untuk menggali serta mengembangkan bakat dan minat mereka. Melalui ajang ini, siswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman positif sekaligus kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang dimiliki.

​Hari Pertama: Penuh Lomba Kreatif dan Aksi Donasi Buku

​Rangkaian acara pada hari pertama, Selasa (27/10/2026), diisi dengan berbagai perlombaan menarik yang menguji keterampilan bahasa dan seni siswa. Ajang tersebut meliputi lomba storytelling berbahasa Inggris, musikalisasi puisi, dan dongeng bahasa Jawa. Seluruh peserta merupakan perwakilan terbaik dari setiap kelas dengan ketentuan jumlah yang disesuaikan pada masing-masing cabang lomba.

​Selain kompetisi, rundown kegiatan juga memberikan ruang bagi perwakilan kelas untuk berpartisipasi dalam donasi buku serta mengunjungi bazar buku. Rangkaian ini dihadirkan sebagai bentuk upaya nyata pihak sekolah dalam mendekatkan para siswa dengan buku serta menumbuhkan kepedulian terhadap budaya literasi sejak dini.

​Hari Kedua: Fokus Penguatan Literasi dan Pemetaan Informasi

​Kegiatan berlanjut pada Rabu (28/10/2026) dengan agenda yang sepenuhnya berfokus pada penguatan literasi siswa. Pada hari kedua ini, aktivitas dibagi berdasarkan tingkat kelas:

  • ​Siswa kelas VII mengikuti kegiatan membaca buku yang dibawa langsung oleh mobil perpustakaan keliling.
  • ​Siswa kelas VIII berpartisipasi dalam kegiatan menonton film bersama.
  • ​Siswa kelas IX mendapatkan pengalaman mendalam melalui agenda mempelajari cara membedah buku.

​Sebagai bagian dari evaluasi, para siswa juga diarahkan untuk membuat resume dari setiap kegiatan yang telah diikuti dan mengumpulkannya ke perpustakaan sesuai ketentuan rundown. Melalui metode ini, para siswa tidak hanya diajak menikmati bahan bacaan dan tayangan edukatif, tetapi juga dilatih untuk mengolah serta menyerap informasi yang diperoleh secara kritis.

​Harapan Ke Depan

​Darmawan berharap kegiatan Bulan Bahasa ini dapat terus diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini terbukti mampu memberikan pengalaman berharga, mengasah kreativitas, serta membantu siswa dalam menggali potensi terpendam yang mereka miliki.

​Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut, Bulan Bahasa diharapkan tidak hanya berhenti sekadar sebagai peringatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini diproyeksikan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya literasi yang kuat serta menyediakan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk terus berkembang.

​Penulis: Arga Saputra

Editor: Yuda