Jaga Lingkungan Tetap Asri, Babinsa Desa Dukuh Ingatkan Peternak Kambing Antisipasi Bau Kandang

Sragen, enews – Denyut nadi perekonomian pedesaan sering kali berputar dari pekarangan rumah warga, mulai dari deretan kolam ikan, petak sawah, hingga kandang ternak sederhana yang menjadi tumpuan hidup keluarga. Namun, di balik geliat ekonomi kerakyatan tersebut, persoalan kebersihan dan bau limbah kandang kerap menjadi tantangan sosial yang berpotensi memicu ketegangan antartetangga.

​Menyadari pentingnya menjaga keharmonisan lingkungan, Babinsa Desa Dukuh Koramil 10/Tangen Kodim 0725/Sragen, Sertu Dwi Priyanto, turun langsung menyambangi warga peternak. Pada Rabu (21/10/2026), ia melaksanakan kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) di kediaman Ibu Sumiyem, seorang peternak kambing di Dukuh Gupakwarak RT 22, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

​Utamakan Kebersihan Kandang demi Kesehatan Ternak dan Kenyamanan Warga

​Dalam kunjungan lapangan tersebut, Sertu Dwi Priyanto tidak hanya memantau kondisi kesehatan ternak, tetapi juga berdialog secara kekeluargaan dengan pemilik usaha. Fokus utama pembinaan ini adalah memberikan pemahaman pentingnya menjaga higienitas di sekitar area kandang secara berkala dan konsisten.

​“Kami mengimbau kepada warga yang memiliki usaha peternakan kambing agar rutin membersihkan lingkungan kandang. Hal ini penting dilakukan tidak hanya untuk menjaga kesehatan hewan ternak agar terhindar dari penyakit, tetapi juga agar tidak menimbulkan bau menyengat yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar,” ujar Sertu Dwi Priyanto di sela-sela kegiatan.

​Dorong Ekonomi Warga Tanpa Mengorbankan Keharmonisan Sosial

​Langkah persuasif ini diambil agar para pelaku usaha mikro di pedesaan dapat terus mengembangkan usaha peternakannya dengan tenang demi meningkatkan kesejahteraan keluarga, tanpa harus mengorbankan hubungan baik dan keharmonisan antarwarga di lingkungan RT.

​Kehadiran Babinsa di tengah-tengah peternak rakyat ini membuktikan bahwa tugas pembinaan teritorial mencakup aspek yang luas—mulai dari pendampingan ketahanan pangan hingga upaya pencegahan dini potensi gesekan sosial di tingkat tapak. Melalui pendekatan yang humanis dan komunikatif, diharapkan lingkungan pedesaan tetap bersih, asri, dan harmonis. (Agus)